Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. PKL memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam situasi dunia nyata. Melalui PKL, siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan soft skills yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan profesional.
PKL memungkinkan siswa untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang diajarkan di sekolah diterapkan di tempat kerja. Misalnya, Omar dan Kamaruzaman menjelaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan industri dapat meningkatkan daya serap lulusan dengan cara menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teori dan kebutuhan dunia industri (Omar & Kamaruzaman, 2024). Hal ini menunjukkan bahwa PKL berperan krusial dalam menghubungkan teori dan praktik.
PKL tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga keterampilan interpersonal dan karakter. Sudarmini et al. menunjukkan bahwa melalui PKL, siswa dapat mengalami perubahan perilaku yang signifikan, termasuk disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab yang mendukung kesiapan mereka untuk dunia kerja (Sudarmini et al., 2025). Selain itu, kegiatan seperti PKL membantu siswa membangun jaringan profesional yang sangat penting. Dengan mendalami lingkungan kerja, siswa berkesempatan untuk berinteraksi dengan profesional di bidang mereka, yang merupakan langkah awal untuk membangun karier.
Kesiapan siswa untuk terjun ke dunia kerja dipengaruhi oleh pengalaman mereka selama PKL. Penelitian oleh Zulhijah et al. menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara lingkungan keluarga dan pengalaman PKL terhadap kesiapan kerja siswa di sektor perhotelan (Zulhijah et al., 2024). Lingkungan yang mendukung dan pengalaman praktis di lapangan membantu siswa merasa lebih siap dan percaya diri ketika memasuki dunia profesional.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1, terdiri dari dua sesi yang dilakukan selama enam bulan dalam dua tahun ajaran. Sesi pertama berlangsung selama 3 bulan di kelas XI semester 2, sedangkan sesi kedua dilaksanakan di kelas XII semester 1. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa di dunia usaha dan industri (DU/DI) yang relevan dengan jurusan yang dipilih, serta untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja mereka.
PKL terdiri dari dua sesi, di mana siswa melakukan kegiatan di tempat kerja yang sesuai dengan bidang studi mereka. Menurut Paramitha et al., program PKL dirancang untuk meningkatkan mutu lulusan dan kesiapan kerja siswa melalui pengalaman praktis yang terarah dan berorientasi pada industri (Paramitha et al., 2024). Di setiap sesi, siswa dibimbing oleh pembimbing di sekolah serta pengawas di tempat PKL, yang penting untuk membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan profesi yang mereka geluti.
Penilaian PKL dilakukan berdasarkan evaluasi yang dikumpulkan dari kedua pihak: sekolah dan instansi tempat siswa menjalani PKL. Kriteria penilaian mencakup kinerja siswa, kedisiplinan, serta keterampilan yang diperoleh selama kegiatan. Ariyantiningsih et al. menyebutkan pentingnya pembekalan sebelum PKL untuk memastikan siswa siap menghadapi tuntutan etika kerja dan keterampilan yang diperlukan di dunia industri (Ariyantiningsih et al., 2025). Penilaian yang dilakukan secara terstruktur ini memungkinkan siswa mendapatkan umpan balik yang konstruktif serta sertifikasi sebagai pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh (Ismayanti et al., 2025).

