Tapak Suci
Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) atau yang dikenal sebagai Tapak Suci merupakan organisasi Pencak Silat di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom ke-11. Tapak Suci berdiri pada 31 Juli 1963 di Kampung Kauman, Yogyakarta, hasil gabungan aliran Silat Cikauman, Seranoman, dan Kasegu.
Sebagai ortom Muhammadiyah, Tapak Suci menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan serta menanamkan nilai persaudaraan. Semboyan “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak menjadi lemah” menjadi inspirasi bagi setiap kader Tapak Suci. Organisasi ini membentuk pendekar yang berkarakter, beriman, dan berakhlak mulia dalam kehidupan.
Hizbul Wathan
Tahun 1916, Kyai Haji Ahmad Dahlan mengikuti pengajian SAFT (Sidiq, Amanah, Fathonah, Tabligh) di Surakarta yang rutin diadakan di rumah Kyai Haji Imam Mukhtar Bukhari. Di kota tersebut, beliau melihat anak-anak JPO (Javansche Padvinders Organisatie) mengenakan seragam dan berlatih baris berbaris di halaman Mangkunegaran.
Sesampainya di Jogja, Kyai Haji Ahmad Dahlan menceritakan pengalaman tersebut kepada muridnya, Sumodirjo dan Sarbini. Beliau berharap pemuda Muhammadiyah memiliki kegiatan kepanduan untuk berbakti kepada Allah SWT. Mereka kemudian merintis kepanduan Muhammadiyah dengan latihan baris berbaris, olahraga, dan pertolongan pertama.
Broadcasting
Penyiaran adalah proses penyampaian konten audio atau video kepada masyarakat luas secara bersamaan melalui media elektronik seperti televisi, radio, dan streaming online. Media penyiaran terbagi menjadi dua jenis, yaitu tradisional dan digital. Media tradisional menggunakan sinyal satu arah melalui gelombang radio atau kabel, sedangkan media digital memanfaatkan internet melalui siaran langsung, podcast, dan platform web. Dalam dunia penyiaran terdapat berbagai pekerjaan, seperti pembawa acara yang memandu program, produser yang mengatur proses produksi, serta editor video yang menyunting gambar dan suara menjadi tayangan menarik. Penyiaran berperan penting dalam menyampaikan informasi, hiburan, dan edukasi kepada publik.
Tenis Meja
Olahraga tenis meja mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1930. Saat itu, olahraga ini hanya dimainkan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagai permainan rekreasi. Hanya sebagian pribumi tertentu yang diperbolehkan mengikuti latihan, seperti keluarga pamong yang menjadi anggota balai pertemuan tersebut. Sebelum Perang Dunia II, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan PPPSI atau Persatuan PingPong Seluruh Indonesia. Pada kongres di Surakarta tahun 1958, PPPSI berganti nama menjadi PTMSI atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Tahun 1960, PTMSI resmi menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA atau Table Tennis Federation of Asia yang memperkuat perkembangan olahraga tenis meja di Indonesia hingga kini.
Pelatihan Baris Berbaris
Music
Tidak hanya sebagai hiburan semata, seni musik juga memiliki fungsi bagi para pendengarnya. Menyadur buku Pendidikan Seni Budaya karangan Yoyok RM, dkk, berikut fungsi seni musik yang dibedakan menjadi dua, yakni: a. Musik sakral. Musik sakral adalah musik yang difungsikan untuk pribadi keagamaan, musik iringan upacara adat, pernikahan, hingga kematian. Jenis musik sakral, di antaranya zikir, liturgi, dan gendhing kebo giro. b. Musik profan. Musik profan bisa disebut juga dengan musik duniawi yang difungsikan sebagai hiburan semata. Umumnya musik profan ini bersifat pribadi yang berisikan ungkapan perasaan pendengarnya. Di zaman ini, seni musik terus mengalami kemajuan baik di bidang ilmu dan teknologinya. Bahkan ada beberapa penemuan yang menyebabkan musik lebih sering didengar oleh khalayak umum, seperti radio, televisi, dan lain sebagainya.
School Chef
Memasak pada prinsipnya adalah proses pemberian panas ada bahan makanan, untuk mematangkan dan menjadikan bahan makanan menjadi hidangan yang dapat dimakan, enak, dan lezat. Memasak termasuk ke dalam seni mengendalikan panas untuk menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi. Kemajuan manusia semakin berkembang dari waktu ke waktu. Awalnya manusia purba hanya melakukan kegiatan berburu dan meram saja. Namun, seiring waktu manusia mulai mengembangkan kemampuan bertani dan beternak. Memasak secara tidak langsung juga memengaruhi nutrisi manusia pada saat itu, sehingga lambat laun morfologi manusia menjadi gigi dan rahang yang kecil, tetapi kapasitas otak yang semakin besar. Proses evolusi teknologi dan kebudayaan berpengaruh pada morfologi manusia.
