Tingkatkan Kompetensi Mengajar, Guru SMK Muhammadiyah 1 Probolinggo Gelar BISA BESAR Bahas Strategi REACT dan Microteaching


Probolinggo, 31 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, SMK Muhammadiyah 1 Probolinggo kembali menggelar kegiatan BISA BESAR (Bincang Santai Bersama Pengajar) pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru ini menjadi wadah berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mengembangkan kompetensi profesional pendidik melalui pembahasan strategi pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring) yang dilanjutkan dengan sesi microteaching.
Bertempat di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Probolinggo, kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap penuh semangat dan produktif. Konsep BISA BESAR dirancang sebagai forum kolaboratif yang memungkinkan para guru saling bertukar ide, pengalaman mengajar, serta mencari solusi atas berbagai tantangan dalam proses pembelajaran di era pendidikan yang terus berkembang.
Pada sesi pertama, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pendekatan pembelajaran REACT, sebuah strategi yang menekankan pembelajaran kontekstual agar peserta didik mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam berbagai situasi sehari-hari.

Lima komponen utama dalam strategi REACT menjadi fokus pembahasan selama kegiatan berlangsung. Relating mengajak guru menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dan bermakna. Experiencing menekankan pentingnya memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui praktik, eksperimen, maupun eksplorasi. Selanjutnya, Applying mendorong siswa untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam penyelesaian masalah nyata.
Sementara itu, aspek Cooperating menekankan pentingnya kerja sama antarpeserta didik melalui diskusi kelompok maupun proyek kolaboratif. Adapun Transferring bertujuan membekali siswa agar mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki ke dalam konteks atau situasi baru. Kelima unsur tersebut diyakini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan, tanggapan, serta berbagi praktik baik dari para guru yang telah menerapkan pendekatan serupa dalam kegiatan belajar mengajar. Forum ini menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk saling memperkaya wawasan sekaligus memperkuat budaya belajar bersama di lingkungan sekolah.

Usai pembahasan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi microteaching. Pada sesi ini, beberapa guru mempraktikkan secara langsung rancangan pembelajaran menggunakan pendekatan REACT di hadapan rekan-rekan sejawat. Simulasi pembelajaran tersebut menjadi media evaluasi sekaligus refleksi untuk meningkatkan kemampuan mengajar, mulai dari penyampaian materi, pengelolaan kelas, penggunaan metode pembelajaran, hingga teknik berkomunikasi dengan peserta didik.
Selama pelaksanaan microteaching, para guru memberikan masukan dan apresiasi secara konstruktif kepada rekan yang tampil. Suasana diskusi yang terbuka dan penuh kebersamaan menciptakan lingkungan belajar yang positif, sehingga setiap peserta memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas masing-masing.
Melalui kegiatan BISA BESAR, SMK Muhammadiyah 1 Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik. Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke-21.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan profesional guru. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, bapak dan ibu guru SMK Muhammadiyah 1 Probolinggo diharapkan semakin siap menghadirkan proses pembelajaran yang inspiratif, bermakna, serta mampu mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Next
